Caturmurti

Minggu, 02 Oktober 2016


Belalang

 

Menendang petang kembali ke kandang.

Menghadirkan senggang ditengah kalimat yang rumpang.

Sudah ku bilang, tak ada yang bisa melarang dan menghalang.

Para Belalang untuk berbincang.

 

Diposting oleh Unknown di 04.52
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Caturmurti

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2016 (12)
    • ▼  Oktober (12)
      • Lebu dan Sinaba Menatap megahnya bintang-bin...
      • Manifestasi Sang Khalifah  Ihdinas siratal mustaq...
      • Aku Pulang   Ditengah riak hati yang sedang ber...
      • Kunang-Kunang  Kunang-kunang Kuasa terang sang h...
      • Belalang   Menendang petang kembali ke kand...
      • Mein Hahn ist tot     Guten Morgen.Morgen.Will...
      • Subjek Kalian   : Mereka siapa ? Mereka  : Kalia...
      • Semula Semula air pun tak tau, mengapa dia harus ...
      • Mabuk Senja menurun kedalam kalbu. Mengh...
      • Anak Sapi Asmara Rindunya akan dermaga dibias...
      • Murni Mendaki waktu yang terus berlari. Tak...
      • Ayah dan Ibu Alat Reproduksi Tuhan Ar Rahiim, ya...
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.