Murni
Mendaki waktu yang terus berlari.
Tak beranjak pergi dari duniawi.
Tak kunjung kembali dari surgawi.
Sejati mencari.
Ruhnya bergentayangan kesana-kesini.
Sejak lahir sampai dipendam bumi.
Sejati di hantui seutas tali.
Matanya mati berdiri, meratapi nurani yang memilih gantung diri.
Sejati hilang kendali.
Merisak kepada sendiri.
Sambil menyeret patahan hati.
Suaranya memekik sepi.
Murni! Murni! Murni!
Dimana kau Murni?
Jawab tanya ku Murni!
Apakah kau sudah dibeli oleh Bumi dengan janji-janji untuk hidup di daratan peri ?
Karena itu kah kau tega membunuh nurani demi segelas susu sapi dengan label murni ?
Tertawa lah Murni.
Meski kau bersembunyi di sisi ilahi, ada sepasang kaki yang sedang mencari!
- Sejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar